Sepeninggalnya

Misty Morning by John Hulsey
Misty Morning by John Hulsey

 

Beberapa jam lalu,

belum habis Sandikala merindu

Hidup kehilangan Keyakinannya.

Ia dikubur di bibir senja,

tanpa ritus pembakaran mewah

atau iringan doa nirmala

 

Keyakinannya,

bernisan kaktus kecil pemberian Bunda

Ada taburan kembang melati yang dibeli Ayah

Kakak datang membawa dupa,

biar harum surau itu, katanya

 

Hidup kaku,

Jantungnya tak merah jambu

Biru menggelayuti sanubari

 

Untuk apa Hidup itu hidup?

Tanpa Keyakinan, ia akan menjelma mayat hidup

Menyisir kota yang tak jelas muka,

hati telah dimusnah hampa

 

Di lorong paling terang milik semesta,

Hidup lari tanpa arah.

Ia berkata-kata kasar tentang Keyakinan,

Atas kepergiannya yang tanpa pesan.

Hidup mengutuknya,

Katanya,

tiada dimensi yang pantas untuk perayaan reinkarnasi

 

Esoknya, bertemu Sandikala

Hidup meminjam sepasang mata terpejam

 

 

28 Januari 2005, 12:19 pm